Warna - Warni Kota Bogor Part 1

sumber gambar : kompas

       
           Kota Bogor, kota ketiga tempat saya tinggali, tempat pilihan saya menempuh pendidikan S2. Saat tiba pertama kali, saya terkagun – kagum karena melihat penghijauan kota (pohon2 besar ) yang sangat banyak di kota ini. Terpikat pada pemandangan halaman istana Bogor yang penuh dengan rusa – rusa lucu, sampai tak sadar terus berjalan kaki menuju Botani Square untuk dijemput Tante Mira disana. Maklum saya menginjakkan kaki di Kota bogor pada hari Minggu, jadi rame banget disana =) Hobi jalan kaki terbawa juga ke kota ini :P

          Namun rupanya selain senang mengenal kota baru, kota ini juga membuat saya sedih, why? Saya berfikir karena Bogor identik dengan IPB, identik dengan pertanian, tapi perjalanan menuju kampus (saya berasumsi karena letaknya di darmaga = kabupaten pasti banyak sawahnya) ternyata saya  mendapati pemandangan yang sebaliknya. Impian mendapatkan view persawahan sepanjang jalan (kayak di film- film romantis itu lho..) pupus sudah. Deretan ruko, PKL berjubel, kemacetan, angkot  ngetem bershaf – shaf kayak udah booking jalan umum, riuh klakson, hawa panas, lalu ada pengamen yang tiba – tiba masuk angkot yang saya tumpangi, lalu menyanyi alakadarnya di dalam angkot :( setelah selesai ia sedikit berpidato (motivasi untuk beramal mungkin? Kata – kata menohoknya = “seribu dua ribu tak akan membuat kakak miskin”, adewww dilema...nie pengamen beneran pinter banget public speaking deh, belajar dimana ya?). 

 Nah selama 5 bulan saya tinggal di Bogor, ternyata benar...

Bogor itu kota hujan, hampir tiap hari bogor menangis eh turun hujan. Pepatah sedia payung sebelum hujan adalah pepatah sakti di kota ini, hehe...Payung butut saya akhirnya tamat riwayatnya dalam beberapa bulan, sepatu butut juga bolak – balik kelelep = (
Selain kota hujan, bogor juga kota petir, petirnya dasyat, walau gak hujan kadang petir datang, wuih serem...

Bogor itu kota Pertanian, banyak nama perumahan di Bogor  berbau botani : bukit kayu manis, taman tirta cimanggu, taman yasmin, nuansa hijau, kiara residence, taman kenari, pakuan regency hehe...serius, di kota ini banyak banget museum ilmiah, ada museum zoology, museum tanah, museum etnobotany, museum herbarium, rumah anggrek (kebun raya bogor), kota melimpah penelitian pertanian seperti  Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian, Puslitbang Pertanian, puslitbang peternakan, Balai Besar Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, dsb

Bogor itu kota Angkot, nah yang satu ini sudah saya singgung di bagian mukadimah^^. Bogor angkotnya banyak banget (daripada Malang ^^) ..plus ada pengamen bakal menghibur penumpang  =) semoga yang masuk ke angkot kamu bukan pengamen bergenre PUNK, dijamin dibuat galau karena udah tampangnya syerem, syair – syairnya mereka yang udah pakem, membuat orang skeptis dan putus asa, saran saya selalu istighfar klo mereka pas nyangkut di angkot kamu ^^

Walau angkot di Bogor banyak tp jumlahnya kayaknya dibawah kota surabaya kaleee..disini jenis angkotnya dibedakan dengan nomor, 1 sampai 16 (paling banyak saya liat no punggung sampai 16, haha kayak kaos sepak bola aja =) Nah bagi kamu yang dari luar kota dan mau ke IPB Darmaga rutenya dari Terminal Baranangsiang (kota) naik 03 sampai terminal Laladon/Bubulak (Terminal perbatasan di kabupaten) oper naik jurusan Kampus Dalam, sampai deh di IPB Darmaga =)

Oya saya punya pengalaman seru soal angkot, suka eksperimen naik angkot untuk menelusuri kota Bogor sekalian orientasi kota, sendirian  lebih menantang! (soalnya gak rempong)  sampai tersesat ampe Ciawi juga pernah :P  tapi tenang saja angkot di bogor itu banyak sebanyak itu juga jalan menuju Roma, yang penting bawa uang saku yang banyak ^^

Bogor itu Kota Pohon Kenari, rupanya pohon kenari itu identitas kota bogor. Sempat baca sejarah Bogor dulu bernama Buitenzorg, kota peristirahatan bagi orang belanda di Batavia (sekarang jakarta), daerah buitenzorg dulu didominasi  perkebunan nan hijau dan sejuk. Waktu jaman tanam paksa Belanda mewajibkan menanam kopi dan teh (perkebunan teh yang indah masih bisa dilihat di daerah Puncak). Perkebunan karet dibabat untuk ditanami kopi, pohon – pohon kenari inilah sebagai pembatas perkebunan kopi dengan permukiman dan jalan. Tidak heran pohon pohon kenari di Bogor sudah berusia ratusan tahun. Deretan pohon kenari yang banyak bisa dilihat di sepanjang jalan Ahmad Yani (jalan ini dulunya dibuat waktu jaman Jenderal Deandels, ketika masa – masa dia juga menggarap  mega proyek jalan fantastis Anyer Panarukan, yang memakan banyak nyawa pekerja pribumi )

Bersambung....

Komentar

Postingan Populer